FAKTOR-FAKTOR LAINNYA YANG MEMPENGARUHI TOKSISITAS
ADANYA BAHAN KIMIA YANG LAIN
Keberadaan bahan kimia lain pada saat yang
sama sebelumnya atau sesudahnya nanti
dapat:
- Menurunkan toksisitas (antagonisme).
- Menambah toksisitas (aditif).
- Meningkatkan toksisitas (sinergisme atau potensiasi).
Contoh:
- Antidot
digunakan untuk menangkal efek racun melalui antagonisme (atropin menangkal keracunan
oleh insektisida organofosfat).
- Alkohol dapat
meningkatkan efek yang besar dari antihistamin dan obat penenang.
- Interaksi
sinergis antara antioksidan butylated
hydroxytoluene (BHT) dan oksigen dengan konsentrasi tertentu yang
menyebabkan kerusakan paru dalam bentuk
fibrosis paru interstitial.
EFEK RACUN SISTEMIK
Efek toksik umumnya dikategorikan menurut
bagian yang terkena efek toksik. Dalam beberapa kasus, efeknya hanya terjadi pada satu bagian dalam tubuh tertentu
saja, bagian ini disebut organ target
spesifik (khusus).
Dalam kasus
lain, efek toksik dapat terjadi di banyak bagian dalam tubuh. Ini dikenal
sebagai toksisitas sistemik/keracunan
sistemik.
Jenis Toksisitas/Keracunan Sistemik
meliputi:
- Toksisitas Akut
- Toksisitas Subkronis
- Toksisitas Kronis
- Karsinogenik
- Toksisitas
Pengembangan
- Toksisitas
Genetik (sel somatik).
TOKISITAS AKUT
Toksisitas akut segera terjadi setelah paparan
(detik/menit/jam/hari). Paparan akut
merupakan dosis tunggal atau serangkaian dosis yang diterima dalam jangka waktu
24 jam. Perlu diperhatikan bahwa dalam kasus eksposur akut dapat terjadi kematian.
Sebagai contoh:
- Pada tahun
1989, 5.000 orang meninggal dan 30.000
orang cacat permanen karena terpapar methyl isocyanate akibat kecelakaan
industri di India.
- Banyak orang
meninggal setiap tahun karena menghirup karbon monoksida dari pemanas yang
rusak.
Gambar 33. Pemanas gas yang rusak dapat
memancarkan karbon monoksida
beracun
TOKSISITAS SUBKRONIK
Toksisitas Subkronik disebabkan oleh paparan berulang selama beberapa minggu atau
bulan. Ini adalah pola paparan manusia yang umum untuk beberapa obat-obatan dan agen
lingkungan. Sebagai contoh:
- Konsumsi tablet
warfarin (Coumadin®) (pengencer darah) selama beberapa minggu sebagai
pengobatan untuk trombosis vena dapat menyebabkan perdarahan internal.
- Paparan di
tempat kerja selama beberapa minggu dapat mengakibatkan anemia.
Gambar 34. Tablet Warfarin (kiri); pipa timah tua (kanan)
TOKSISITAS KRONIS
Toksisitas Kronis merupakan kerusakan kumulatif pada
sistem organ tertentu/spesifik sebagai penyakit klinis dan untuk mengetahui membutuhkan
waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Kerusakan karena paparan/eksposur individu subklinis mungkin tidak
diketahui. Dengan eksposur/terpapar dari jenis eksposur secara perlahan berulang
kali atau terus-menerus dalam jangka panjang, akan menyebabkan kerusakan
bertumpuk (kerusakan kumulatif) sampai kerusakan melebihi ambang batas untuk
toksisitas kronis. Pada akhirnya, kerusakan menjadi parah sehingga organ tidak dapat berfungsi lagi dengan normal sehingga dapat
terjadi efek racun kronis.
Efek racun kronis meliputi:
- Sirosis pada
pecandu alkohol yang telah menelan etanol selama beberapa tahun.
- Ginjal kronis
pada pekerja yang terpapar dalam beberapa
tahun.
- Bronkitis
kronis pada perokok jangka panjang.
- Fibrosis paru/pulmonal
pada penambang batubara (penyakit
paru-paru hitam).
Gambar 35. Merokok dan/atau minum
alkohol selama periode waktu yang
lama dapat menyebabkan
keracunan kronis
KARSINOGENISITAS
Karsinogenisitas adalah proses multistage kompleks pertumbuhan abnormal
dan diferensiasi yang dapat menyebabkan
kanker. Dua tahap karsinogenisitas adalah:
1.
Inisiasi, sel normal
mengalami perubahan (ireversibel).
2.
Promosi, sel dirangsang
untuk berkembang menjadi kanker.
Bahan kimia
dapat bertindak sebagai inisiator/pemrakarsa
atau promotor.
Transformasi
awal yang menyebabkan sel-sel normal mengalami perubahan ireversibel adalah hasil dari mutasi gen seluler yang mengontrol fungsi
sel normal. Mutasi gen dapat menyebabkan
kelainan pertumbuhan sel (abnormal). Ini mungkin melibatkan hilangnya gen suppresser/penekan yang biasanya
membatasi pertumbuhan sel abnormal. Banyak faktor lain yang terlibat, seperti
faktor pertumbuhan, penekanan kekebalan, dan hormon.
TUMOR (neoplasma) merupakan pertumbuhan
sel yang tidak terkendali:
- Tumor jinak tumbuh
ditempat asalnya; tidak menyerang jaringan yang berdekatan (tidak bermetastasis);
dan umumnya dapat diobati.
- Tumor ganas (kanker) menyerang
jaringan yang berdekatan atau bermigrasi ke tempat yang jauh (bermetastasis). Kanker sulit untuk diobati
dan sering menyebabkan kematian.
PERKEMBANGAN TOKSISITAS
Perkembangan Toksisitas berkaitan dengan efek toksik yang
merugikan pada embrio atau janin yang sedang berkembang. Hal ini dapat terjadi
akibat dari paparan racun pada orang tua (ibu) sebelum pembuahan/konsepsi atau
embrionya/janinnya yang berkembang. Tiga
jenis dasar perkembangan toksisitas adalah:
1. Embryolethality-gagal untuk
hamil, aborsi spontan, atau lahir mati
2. Embryotoxicity-pertumbuhan
terlambat (retardasi) atau pertumbuhan terlambat sistem organ tertentu.
3. Teratogenisitas-kondisi yang
tidak dapat diubah (ireversibel) yang menyebabkan cacat lahir permanen pada
keturunannya, seperti sumbing atau hilangnya anggota badan-teratogenicity.
Bahan kimia
yang menyebabkan berkembangnya toksisitas dalam dua cara:
1.
Mereka bertindak langsung pada sel-sel
embrio yang mengarah ke perkembangan organ normal sehingga menyebabkan sel mati
atau sel rusak, yang mengarah ke perkembangan organ normal.
2.
Mereka menginduksi mutasi dalam sel
benih induk/sel germinal orangtua, yang ditransmisikan ke sel telur (ovum) yang
dibuahi. Sebagian sel telur yang
telah dibuahi berkembang menjadi embrio yang
abnormal.
KERACUNAN GENETIK
Keracunan genetik dihasilkan dari kerusakan DNA dan perubahan
ekspresi genetik. Proses ini dikenal sebagai mutagenesis. Perubahan genetik disebut sebagai mutasi dan agen yang menyebabkan perubahan ini disebut mutagen.
Ada tiga jenis
perubahan genetik:
1.
Mutasi gen-perubahan gen
DNA
2.
Abrasi kromosom-perubahan
struktur kromosom
3.
Aneuploidi atau poliploidi-naik atau turunnya jumlah
kromosom
Jika mutasi
terjadi pada sel kuman/germinal (sel-sel reproduksi yang menghasilkan sperma
atau sel telur), efeknya dapat diwariskan.
Ini berarti tidak ada efek pada orang yang terpapar; melainkan efeknya diteruskan kepada generasi mendatang.
Jika mutasi
terjadi dalam sel somatik, itu dapat menyebabkan perubahan pertumbuhan sel (misalnya, kanker) atau
kematian sel (misalnya, teratogenesis) pada orang yang terpapar.
G